Bayangkan, jika kamu menabung Rp1.000.000 dengan bunga majemuk 10% per tahun, maka di akhir tahun pertama uangmu menjadi Rp1.100.000. Pada tahun kedua, bunga 10% dihitung dari Rp1.100.000, sehingga jumlahnya menjadi Rp1.210.000. Semakin lama uang disimpan, semakin besar nilainya—dan pertambahannya bisa sangat signifikan jika dilakukan dalam jangka panjang. Prinsip ini berlaku bukan hanya untuk tabungan, tetapi juga untuk investasi dan aset lainnya.
Dengan memahami bunga majemuk, kita bisa membuat strategi keuangan yang lebih cerdas. Konsep ini mengajarkan bahwa kesabaran dan konsistensi dalam menabung atau berinvestasi akan memberikan hasil yang luar biasa. Jadi, jika ingin tabunganmu “meledak” tanpa harus kerja lembur terus-menerus, biarkan matematika bekerja untukmu melalui kekuatan bunga majemuk.