Di SMK Sultan Agung Ngawen, siswa belajar bahwa uang tidak hanya bisa disimpan, tetapi juga bisa berkembang melalui konsep matematika yang disebut bunga majemuk. Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung tidak hanya dari modal awal, tetapi juga dari bunga yang telah dihasilkan sebelumnya. Artinya, setiap periode, jumlah uang akan semakin besar karena bunga ikut menghasilkan bunga baru. Inilah yang membuat bunga majemuk sering disebut sebagai “mesin pengganda uang”.
Sebagai contoh, jika kita menabung Rp1.000.000 dengan bunga majemuk 10% per tahun, maka pada akhir tahun pertama uang menjadi Rp1.100.000. Di tahun kedua, bunga 10% dihitung dari Rp1.100.000, sehingga menjadi Rp1.210.000. Semakin lama uang disimpan, semakin besar pula nilainya. Inilah mengapa konsep bunga majemuk penting dipahami, terutama bagi siswa yang kelak akan terjun ke dunia bisnis dan keuangan.
Melalui pembelajaran di SMK Sultan Agung Ngawen, siswa tidak hanya mempelajari rumus menghitung bunga majemuk, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan nyata, seperti investasi, tabungan, dan pinjaman. Dengan menguasai materi ini, diharapkan siswa dapat membuat keputusan keuangan yang cerdas di masa depan. Karena pada akhirnya, memahami bunga majemuk berarti memahami bagaimana waktu dapat menjadi sahabat terbaik bagi uang kita.